Berita Nasional

Prof Gema : Prabowo Butuh Luhut Dalam Kabinet,Tanpa Luhut Semua Berantakan !

Pernyataan Prof. Gema Goeyardi dalam sebuah tayangan podcast baru-baru ini sukses memicu perbincangan hangat di ruang publik. Ia secara blak-blakan menyoroti betapa krusialnya peran Luhut Binsar Pandjaitan dalam roda pemerintahan dengan berkaca pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang selalu mengandalkan Luhut sebagai troubleshooter utama untuk segala krisis. Prof. Gema menilai kabinet Prabowo Subianto saat ini terasa kurang power dan berpotensi berantakan tanpa eksekutor kuat seperti “Opung”, sebuah pandangan yang langsung membelah opini masyarakat ke dalam pusaran pro dan kontra yang sangat dinamis.

Prof. Gema Goeyardi, bersama Probowo

Bagi masyarakat dan pengamat yang berada di barisan pro, argumentasi Prof. Gema dianggap sangat realistis karena memimpin Indonesia yang kompleks tidak cukup hanya modal menteri yang pintar secara akademis. Mereka menilai kabinet memang butuh sosok eksekutor senior yang ditakuti dan memiliki daya tawar (bargaining power) kuat untuk mendobrak ego sektoral serta birokrasi yang berbelit-belit.
Keberhasilan Jokowi selama dua periode dalam mengeksekusi program strategis, mulai dari hilirisasi hingga penanganan pandemi, dianggap sebagai bukti nyata bahwa tangan dingin Luhut adalah jangkar penstabil krisis yang belum tergantikan di garis depan eksekutif saat ini.

Namun di sisi lain, gelombang kontra langsung bermunculan karena menganggap pandangan tersebut terlalu pesimistis dan tidak adil bagi pemerintahan yang baru berjalan. Pihak yang tidak setuju berargumen bahwa ketergantungan pada satu sosok atau sistem yang Luhut-sentris sebenarnya tidak sehat untuk keberlanjutan negara, karena sistem yang baik seharusnya bersandar pada institusi yang kuat bukan pada individu. Lagipula, Prabowo Subianto memiliki gaya kepemimpinan dan ketegasan khasnya sendiri sebagai mantan jenderal, sehingga menilai kabinet akan berantakan di masa adaptasi awal ini dirasa terlalu dini, apalagi Luhut sebenarnya tetap dilibatkan di pemerintahan sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

Perdebatan yang mengalir di tengah publik ini menunjukkan betapa besarnya harapan publik terhadap efektivitas kerja kabinet Prabowo. Dinamika ini menjadi ujian awal apakah pemerintahan baru mampu membuktikan taringnya dan tetap berjalan solid, atau justru membuktikan ramalan publik bahwa mereka memang merindukan bayang-bayang kejayaan sang “Menteri Segala Urusan” dari era terdahulu. (*)

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker