Berita Regional

Kadis Kominfo Sultra: Publik Diminta Cermat Menyebarkan informasi di Media Sosial terkait isu lingkungan

Kerusakan Lingkungan di Baliara, Bombana bukan dari PT TMS

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau publik untuk lebih cermat dan berhati-hati dalam menyebarkan informasi di media sosial terkait isu lingkungan dan aktivitas pertambangan di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana.

Kepala Diskominfo Sultra, Andi Syahrir, menyampaikan bahwa dugaan kerusakan lingkungan yang ramai diperbincangkan di Desa Baliara, Kecamatan Kabaena Barat, kerap secara keliru dihubungkan dengan PT Tonia Mitra Sejahtera (TMS).

Padahal, merujuk pada paparan mantan Komisioner KPK, Laode M. Syarif, dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, tercatat ada 25 perusahaan tambang di Kabaena sejak 2014, dengan 16 di antaranya aktif beroperasi saat ini.

“Dalam paparan Pak Syarif, terungkap bahwa degradasi lingkungan berupa perubahan warna air laut menjadi cokelat pekat di Desa Baliara, Kecamatan Kabaena Barat, melibatkan dua perusahaan yang dimention berkontribusi pada kondisi tersebut, yakni PT Timah Investasi Mineral dan PT Trias Jaya Agung,” ujar Andi Syahrir melalui video yang dirilis Diskominfo Sultra, Kamis (10/9/2026).

Ia menekankan adanya kekeliruan persepsi publik di media sosial yang langsung mengarahkan tudingan kepada PT TMS setiap kali membahas isu pertambangan di Kabaena.

“Padahal, lokasi PT TMS berada di Desa Lengora, Kecamatan Kabaena Tengah, yang jaraknya cukup jauh dari Desa Baliara di Kabaena Barat. Hal ini bisa kita lihat dengan jelas pada peta geografisnya,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat dan pengguna media sosial agar terlebih dahulu mengecek fakta serta lokasi geografis secara teliti sebelum membagikan informasi, guna menghindari disinformasi dan penggiringan opini yang tidak sesuai fakta di lapangan. (bsnn)

Related Articles

Back to top button